|
|
BAND SIMAENARIA LAHEWA
|
Halaman*) ini dipersembahkan buat teman-teman dari Pulau Nias penggemar
lagu-lagu Pop Nias yang berstatus „Oldie“ tahun 1970-an,
khususnya warisan musikal dari BAND
SIMAENARIA LAHEWA. Terbentuknya Band Simaenaria pada tahun 1972 tak
terlepas dari pertemuan konkrit dari tiga sosok berikut: 1. Sdr.
Martinus Zebua („Gadiu“), seorang penyanyi, raja panggung dan penyair yang
istimewa, 2. Sdr.
Asadin Bu’ulölö seorang seniman, pemain band dan penggemar lagu pop aliran
barat, dan 3. P.
Adelhelm, seorang Pastor berbangsa Jerman dan berjiwa musik yang melihat
potensi musik dari pemuda
Lahewa dan berusaha sekuat tenaga untuk mensponsori peralatan Band
elektronis. Nama band
„Simaenaria“ sendiri diilhami oleh kegemaran muda-mudi Lahewa akan tarian dan
lagu Maena yang gembira dan riang. Pada
awalnya Band Siamenaria membawakan lagu-lagu Pop Indonesia tahun 70- ( Koes
Plus, Panbers,The Mercy’s,dll.) Seterusnya ditambah lagu-lagu dalam Bahasa
Nias, sejumlah lagu Barat (CCR, Beatles,dll.)yang diberi syair baru dalam
Bahasa Nias ataupun lagu-lagu berciri khas Pulau Nias (Nias - Folksongs) yang
populer
(sering dinyanyikan) di desa-desa. Sejak
tahun 1973 Band Simaenaria mulai populer diluar kota Lahewa termasuk di
Gunung Sitoli dan di desa-desa di Nias. Tahun 1973 juga Band Simaenaria mulai
merekam beberapa lagu yang paling digemari masyarakat, tiga volume/kaset
lagunya diedarkan dan sempat populer di seluruh Nias. Band Simaenaria sempat
naik panggung di berbagai kesempatan baik di Lahewa, maupun di Gunung Sitoli,
bahkan 1973 sekali tourne ke Pulau Tello dan 1975 ke Sibolga dan ke
Panggururan/Samosir. Walaupun
akhir tahun 1976 Band Simaenaria telah membubarkan diri, sejumlah lagu-lagu
yang pernah dipopulerkan Band ini, tidak dilupakan sampai sekarang. Beberapa
dari syairnya terdapat di Internet dalam topik Syair Lagu Nias di
Situs YAAHOWU . BAND SIMAENARIA LAHEWA
(1972-1976) Martin (Gadiu) Zebua (+) - leadvocal Robert Tan -
guitar/voc Teos Zebua (+)
- vocal
Ui - bass 1972/74 Trisman
Zendratö - leadgiutar 1972/73 Kiat - bass 1974/76 Winay ( +) - leadguitar
1974/76 Frans
- drums Yusuf / Hiap (+)
- guitar/voc 1973/74 Asadin
Bu’ulölö
(+) - guitar/keyboard/voc In
memoriam : Martin (+), Winay (+), Yusuf (+) dan Asadin (+) Teos(+) yang telah
meninggal dunia. Semoga melalui lagu-lagu
Simaenaria ini kita selalu teringat kepada mereka. Viva la musica! PICS Simaenaria Lahewa DOWNLOADS – MP3 Berikut adalah
kutipan dari stok lagu Simaenaria yang
paling laris tempo dulu yang bersifat nostalgia asli.
Harap dima’afkan kwalitas rekaman, yang memang
tidak memenuhi standard zaman sekarang. SIMAENARIA
_____________________________________________________________________________________________________________________________________ *) Diese Internet-Seite ist den Freunden von der
Insel Nias gewidmet, die sich noch gern an die niasssichen Popmusic-Oldies
der 70-er Jahre erinnern - speziell an
das musikalischen Erbe der BAND SIMAENARIA LAHEWA. Das Entstehen der Band Simaenaria im Jahre 1972 ist dem glücklichen
Zusammentreffen von drei „Faktoren“ in Lahewa zu verdanken, als da sind: 1. Martin Zebua („Gadi’u“), Sänger, Bühnenattraktion und begnadeter
Liedertexter. 2. Asadin Bu’ulölö, Liedermacher, Bandmusiker und Fan westlicher
Popmusik 3. P.Adelhelm, musikbewegter Pastor deutscher Herkunft, der vom
musikalischen Potenzial der Jugend von Lahewa begeistert war und u.a. mit
Energie für das elektronische Band-Equipment sorgte. Der Name der Band „Simaenaria“ wurde inspiriert durch die Vorliebe der
Jugend Lahewas für fröhliche und
begeisternde Liedtexte und Formen des Maena (Trad. niassischer Tanz) Anfangs „coverte“ die Band die Hits der indonesischen Popszene der 70er
( Koes Plus, Panbers, The Mercy’s usw). Aber sehr bald erweiterte man das
Repertoire um Songs aus der internationalen Popmusik (CCR, Beatles, usw),
denen man einen neuen Text in niassischer Sprache gegeben hatte. Dazu kamen
auch eine Reihe niassischer
„Folksongs“, Lieder, die auf den Dörfern sehr populär waren und
überall gesungen wurden. Ab 1973 wurde die Band Simaenaria auch außerhalb der kleinen Hafenstadt
Lahewa populär bis in die Hauptstadt Gunung Sitoli und in die Dörfer von ganz
Nias. Ende 1973 begann die Band auch mit
dem Aufnehmen ihrer populärsten Lieder (insgesamt 3 Alben bis 1975 ),
die dann als Audio-casetten ihre Verbreitung auf der ganzen Insel fanden. Die
Band hatte zahlreiche Auftritte zu allen möglichen Gelegenheiten und
Einladungen. 1973 schon führte eine Tournee bis zu den Tello-Inseln und 1975
sogar nach Sibolga und Panggururan auf Samosir/Sumatra. Auch wenn sich die Band Ende 1976 selbst auflöste, so sind doch ihre
populärsten Lieder bis heute im Jahre 2007 unvergessen. (Einige ihrer Liedertexte kann
man auch in der Rubrik Syair Lagu Nias der Internetseite YAAHOWU finden.) __________________________________________________________
Desember 2008 - All copyrights by N.Sturm – |